Slider
Custom Adv 1

Berita 168

Children categories

BERITA

BERITA 5

Kepala Bidang Pelayaran :

  1. Mengarahkan penyusunan rencana program Bidang Pelayaran dengan mengarahkan dan memberi petunjuk untuk menyusun rencana kerja.
  2. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan berdasarkan rencana kerja Bidang Pelayaran sesuai tugas pokok dan fungsi agar dapat dilaksanakan dengan efektif.
  3. Mendistribusikan tugas kepada Kepala Seksi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya agar kegiatan berjalan sesuai dengan program kerja masing-masing.
  4. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Bidang Pelayaran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk sinkronisasi tugas.
  5. Mengendalikan pelaksanaan tugas Bidang Pelayaran dengan membimbing, mengarahkan dan mengawasi untuk optimalisasi tugas.
  6. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan kepelabuhanan, badan usaha dan jasa terkait angkutan pelayaran, angkutan pelayaran rakyat, dan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.
  7. Menyiapkan bahan koordinasi perencanaan program kepelabuhanan, badan usaha dan jasa terkait angkutan pelayaran, angkutan pelayaran rakyat, dan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.
  8. Menyiapkan bahan pembinaan, bimbingan, pengendalian dan pengaturan teknis kepelabuhanan, badan usaha dan jasa terkait angkutan pelayaran, angkutan pelayaran rakyat, dan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.
  9. Melakukan pengawasan dan penilaian kepada pegawai dengan cara memberikan pengarahan dan pembinaan sesuai dengan peraturan / pedoman dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai.
  10. Melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan pelayaran di kabupaten / kota sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku untuk mengetahui capaian hasil.
  11. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Bidang Pelayaran untuk mengetahui tingkat pencapaian kegiatan, permasalahan yang dihadapi serta upaya pemecahan.
  12. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugas dan melaporkan kepada pimpinan.

View items...
Written by July 12 2018 4

Samarinda - Kementerian Perhubungan melalui Distrik Navigasi Kelas I Samarinda mengadakan sosialisasi Kepmenhub No. KP 722 tahun 2018 tentang penetapan alur, sistem rute, tata cara berlalu lintas dan daerah labuh kapal sesuai dengan kepentingannya di Pelabuhan Samarinda pada Rabu (11/07/2018) di Ball Room Lantai XVII Hotel Aston Samarinda.

Sebagai nara sumber yaitu Direktur Kenavigasian Dirjen Hubla, Sugeng dan Kepala Vessel Traffic Services (VTS) Disnav Kelas I Samarinda, Arif Wahyudi, serta Kepala Seksi Keselamatan KSOP Kelas II Samarinda, Capt. Masri Randabunga, dimana turut menghadiri sosialisasi tersebut Dinas Perhubungan Prov. Kaltim yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayaran, Prakosa Priambodo beserta Kepala Seksi dan Staf Bidang Pelayaran.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa berdasarkan peta laut indonesia edisi terbaru nomor 158, 159, kedalaman minimal yang ditetapkan untuk alur pelayaran Pelabuhan Samarinda adalah 4,4 meter dengan panjang alur pelayaran 51,458 nautucal miles (NM) atau 95,3 km, dengan rata – rata pasang surut 1,6 meter.

Disosialisasikan juga mengenai tata cara berlalu lintas yang diatur dalam KP.722 tahun 2018 yang meliputi pemanduan, komunikasi / monitoring alur dengan VTS yang berfungsi seperti VTS (Vessel Traffic Service) di penerbangan, juga mengatur tata cara / proses kapal masuk / keluar (colreg 72), larangan (UKC 10% dari draft, kapal ikan untuk menangkap ikan di alur pelayaran), dimana ketentuan lebih lanjut terkait SOP pelaksanaannya oleh Kepala KSOP Pelabuhan Kelas II Samarinda. Pengawasan terhadap penyelenggaraan alur pelayaran dilaksanakan oleh Disnav sebagai pengawas sarana bantu navigasi pelayaran / SBNP dan pengukuran kedalaman alur pelayaran. KSOP sebagai pihak pengawas keamanan dan keselamatan pelayaran serta pemeliharaan alur-pelayaran.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini semua stake holder pelayaran, khususnya di alur pelayaran pelabuhan Samarinda dapat terkoordinasi sehingga seluruh kegiatan pelayaran dapat terlaksana dengan aman.
(Wyn-Pel-Sos-11/07/2018)

Written by July 12 2018 0

Samarinda - Dalam kunjungan kerja ke Bandara APT. Pranoto Samarinda pada Minggu (08/07/2018), Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta PT. Angkasa Pura I untuk segera mengambil inisiatif secara langsung dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara APT. Pranoto Samarinda.

Pada Kunjungan Kerja tersebut Menteri Perhubungan didampingi Direktur Utama PT. Angkasa Pura I, Faik Fahmi dan disambut oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak serta Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kaltim, Salman Lumoindong.

“Saya meminta AP1 bisa beroperasi lebih awal dari rencana yang telah ditetapkan, untuk itu saya minta Pemprov Kaltim dan AP1 duduk satu meja dengan pendampingan Kejaksaan Tinggi Kaltim melakukan kajian hukum pengelolaan bandara ini”, demikian Budi Karya Sumadi menyampaikan harapannya.

(Sal-Rial-APT. Pra-AP1-11/07/2018)

Written by July 12 2018 0

Tenggarong – Dinas Perhubungan Prov. Kaltim bekerjasama dengan BPTD Wilayah XVII, Polresta Kukar dan Dinas Perhubungan Kab. Kukar melaksanakan kegiatan penegakan hukum pelanggaran ODOL kendaraan angkutan barang di wilayah Kab. Kutai Kartanegara yakni daerah Bukit Biru dan Jahab, Selasa, (10/07/2018).

ODOL merupakan kelebihan dimensi / ukuran dan kelebihan muatan kendaraan angkutan barang, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan dan mewujudkan keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya angkutan barang.

Salah satu ukuran kinerja angkutan barang di jalan, selain kecepatan dan ketetapan pelayanan terkait sarana angkutan yang digunakan, juga ketertiban dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam melaksanakan pelayanan angkutan di jalan. Ketertiban dan kepatuhan dimaksud misalnya jumlah barang yang dimuat sesuai dengan Jumlah Berat yang di-Ijinkan (JBI) sebagaimana tertera pada Buku Uji (Keur), dan pengemudi mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, dimensi dan daya angkut kendaraan, serta kelas jalan yang dilaluinya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan angkutan barang, total sejumlah 72 unit dengan hasil sebagai berikut :
a. Daerah Bukit Biru Tenggarong (09 Juli 2018)
- Pemeriksaan 32 unit kendaraan angkutan barang
- Tilang sebanyak 12 unit kendaraan angkutan barang :
1. 10 unit kendaraan over loading
2. 2 unit kendaraan tidak lengkap surat kendaraan (tidak ada keur)
b. Daerah Jahab Tenggarong (10 Juli 2018)
- Pemeriksaan 40 unit kendaraan angkutan barang
- Tilang sebanyak 14 unit kendaraan angkutan barang :
1. 8 unit kendaraan over loading
2. 4 unit kendaraan tidak lengkap surat kendaraan (tidak ada keur)
3. 2 SIM tidak sesuai peruntukannya

(Cezz-LLAJ-GakumODOL-11/07/2018)

Written by June 13 2018 0

Samarinda- Dinas Perhubungan Prov. Kaltim terus memantau perkembangan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri termasuk diantaranya kondisi arus mudik di Pelabuhan Samarinda dan Dermaga Sungai Kunjang.

Kepala Bidang Pelayaran, Prakosa Priambodo beserta Kepala Seksi dan Staf Bidang Pelayaran melakukan monitoring arus mudik pada H-2 menjelang lebaran di Pelabuhan Samarinda dan Dermaga Sungai Kunjang (13/06/2018).

Jumlah penumpang pada H-2 di Pelabuhan Samarinda mengalami lonjakan yang signifikan dibanding hari-hari sebelumnya, namun hal ini dapat disiasati dengan menambah kapasitas penumpang dan mengurangi kapasitas angkut untuk kendaraan khususnya roda empat.

Adapun kapal yang melayani Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Samarinda tahun 2018 terdapat 4 (empat) kapal yakni KM. Pantokrator, KM. Adhitya, KM. Prince Soya dan KM. Tanjung Manis dengan rute Samarinda - Pare-pare.

Dari hasil pemantauan di lapangan, KM. Pantokrator yang akan berangkat menuju Pare-pare mengangkut jumlah penumpang sebanyak +- 2.500 orang dengan 15 unit kendaraan roda 4 dan 14 unit kendaraan roda 2.

Lain halnya di Dermaga Sungai Kunjang, terpantau arus mudik juga mengalami peningkatan jumlah penumpang sejak tanggal 10 s/d 13 Juni 2018. Sebanyak 70-80 penumpang untuk trayek Samarinda - Melak, dan 140 penumpang untuk trayek Samarinda - Long Bagun, atau rata-rata mengalami peningkatan 30 % dari hari biasa.

Jika ada kendala transportasi yang dialami adalah karena faktor alam, dimana untuk penumpang kapal dengan tujuan Long Bagun pada saat sungai surut dapat melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan long boat.

Moda transportasi laut masih menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk dapat pulang ke kampung halaman khususnya bagi masyarakat yang berasal dari Pulau Sulawesi, hal ini dikarenakan biaya yang masih cukup terjangkau dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

#LS-Pel/2018

Page 2 of 19

E-Aplikasi

 
 
 

Total Visitor

Today 138

Yesterday 148

Week 401

Month 3241

All 187391

Currently are 49 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions

About Us

Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana teknis Pemerintah Provinsi.
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah

Silahkan masukan email Anda untuk mendapatkan Informasi terbaru dari kami.



JADWAL SHOLAT

Pesan Masyarakat

...