...
Custom Adv 1

Pusat Akui Kurang Dana Pelihara Jalan Kaltim

Rate this item
(0 votes)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui terus kekurangan dana untuk membangun, meningkatkan, dan memelihara jalan di Provinsi Kaltim. Dari jalan yang ada sepanjang 1.448 km, dana yang dialokasikan untuk tahun 2011 hanya Rp 960 miliar. Padahal kebutuhan yang diusulkan ke pemerintah oleh KemenPU untuk tahun anggaran 2011 mencapai Rp 1,26 triliun. Hal ini dikemukakan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Wilayah Kalimantan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Subagyo, setelah rapat dengar pendapat dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI). Menurut Subagyo, beban ini semakin berat manakala Bina Marga juga diminta mengerjakan jalan sampai ke Serudong (perbatasan Malaysia). “Tadinya cuma dari Kerandayu (Kabupaten Pasir) sampai (Kabupaten) Berau, tapi mulai 2010 diperpanjang sampai Serudong," kata Subagyo. Tambahan pembangunan jalan tersebut akhirnya dicarikan solusi dengan meminjam dana ke Asian Development Bank.

Namun, soal besaran nilainya Subagyo mengaku tak ingat persis. Kepala Dinas PU Kaltim Husinsyah yang hadir dalam pertemuan menyebutkan, pada 2010 lalu pihaknya hanya mendapat kucuran dana Rp 560 miliar untuk memelihara jalan sepanjang itu. Jumlah ini dipastikan sangat kurang, terlebih banyaknya aktivitas pertambangan yang sering merusak jalan. Sekretaris Direktur Jenderal Bina Marga Khairul Tahir mengatakan kondisi ini tak hanya dirasakan Kaltim. Beberapa daerah kaya sumber daya alam seperti Papua dan Riau juga menuntut hal serupa. Salah satu penyebabnya, lanjut dia, PU tak punya kewenangan untuk menarik pajak BBM sebesar 10 persen. Pajak ini masuk ke daerah sesuai UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Seandainya diizinkan Kementerian Keuangan, Khairul memastikan dana pemeliharaan jalan bisa terbantu. "Masalahnya mungkin di kami yang tak bisa menarik dana itu," akunya. Untuk mengatasi kekurangan dana pemeliharaan dan pembangunan jalan, Ketua Komite II DPD RI Bambang Susilo mengusulkan agar daerah yang tak puas dengan pembangunan infrastruktur jalan, agar duduk satu meja dengan Kementerian Keuangan, PU dan DPD. "Siapapun ahlinya enggak akan mampu mengatasi hal ini," tegas anggota DPD pemilihan Kaltim ini. Kaltim contohnya. Sebagai penyumbang PDRB senilai Rp 259 triliun di tahun 2010, yang kembali hanya Rp 24 triliun. Jumlah ini sangat timpang dan rentan menimbulkan gejolak di masyarakat sebab tak sebanding dengan yang telah diberikan ke pemerintah pusat. "Sebab yang didapat (Kaltim) lebih kecil dibanding mereka (provinsi lain) yang minim sumbang PDRB," ungkap Bambang Susilo.Text

Read 495 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

E-Aplikasi

 
 
 

Total Visitor

Today 49

Yesterday 194

Week 243

Month 4418

All 45399

Currently are 99 guests and no members online

Dinas Perhubungan Kalimantan Timur

Perakiraan Cuaca

Samarinda Indonesia Partly Cloudy (day), 30 °C
Current Conditions
Sunrise: 6:15 am   |   Sunset: 6:21 pm
65%     17.7 km/h     1006.000 in
Forecast
Tue Low: 24 °C High: 30 °C
Wed Low: 23 °C High: 30 °C
Thu Low: 23 °C High: 30 °C
Fri Low: 24 °C High: 29 °C
Sat Low: 23 °C High: 32 °C
Sun Low: 24 °C High: 30 °C
Mon Low: 24 °C High: 26 °C
Tue Low: 24 °C High: 27 °C
Wed Low: 23 °C High: 28 °C
Thu Low: 24 °C High: 31 °C

About Us

Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana teknis Pemerintah Provinsi.
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah

Silahkan masukan email Anda untuk mendapatkan Informasi terbaru dari kami.

JADWAL SHOLAT

Pesan Masyarakat

...