...
Custom Adv 1

Opsi Terbaik, Naikkan Harga Premium

Rate this item
(0 votes)

Penerapan kebijakan pengaturan bahan bakar minyak bersubsidi dinilai tidak akan efektif dan rawan terjadi penyelewengan di lapangan. Opsi terbaik dalam jangka pendek adalah menaikkan harga bahan bakar bersubsidi agar defisit anggaran pemerintah tidak makin membengkak di tengah terus melambungnya harga minyak mentah dunia. Hal ini disampaikan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla seusai menghadiri acara seminar bertema ”Dari Program Konversi Elpiji ke Program Pengendalian Subsidi Bahan Bakar Minyak”, Selasa (5/4/2011) di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Dalam acara itu juga tampil Mantan Direktur Utama PT Pertamina Ari Sumarno. Jusuf Kalla menilai, pengaturan BBM bersubsidi tidak mungkin dilakukan. Pengendalian BBM bersubsidi itu dinilai tidak akan efektif, akan terjadi penyelewengan luar biasa di lapangan, terjadi masalah di pompa bensin, saling curiga di masyarakat, dan aksi penimbunan BBM bersubsidi. Selain itu, penetapan kuota bahan bakar bersubsidi juga sulit dijalankan karena akan terjadi antrean panjang dan menimbulkan kemacetan. ”Yang dibutuhkan adalah yang praktis dan bisa dijalankan untuk mengurangi subsidi. Mau diputar seperti apa pun, yang bisa jalan hanya kalau menaikkan harga. Kenaikan harga itu tidak perlu banyak, kembali saja ke harga lama. Naikkan saja menjadi Rp 6.000,” ujarnya. Harga premium pernah Rp 6.000 per liter saat harga minyak mentah 70 dollar AS per barrel tahun 2008. ”Naikkan saja, tidak ada orang miskin membeli bensin. Yang membeli bensin itu yang mempunyai motor dan mobil. Begitu harga mahal, mereka akan mengurangi perjalanan. Ini berbeda dengan beras yang semua orang mengonsumsinya,” ujarnya. Sales Representative Pertamina Wilayah Kendari Daniel al-Habsy I menegaskan, distribusi BBM jenis solar dan premium di Sulawesi Tenggara selama triwulan I-2011 telah melampaui kuota yang ditetapkan. Cepatnya pertumbuhan ekonomi dan tingginya harga pertamax ditengarai memengaruhi besarnya konsumsi BBM bersubsidi masyarakat. Dalam periode Januari-Maret, ujar Daniel, realisasi distribusi premium di Sultra telah mencapai 46.264 kiloliter. ”Jumlah itu sudah lebih tinggi empat persen dari besaran kuota untuk tiga bulan,” ujarnya

Read 701 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

E-Aplikasi

 
 
 

Total Visitor

Today 161

Yesterday 244

Week 1357

Month 4859

All 102715

Currently are 49 guests and no members online

Dinas Perhubungan Kalimantan Timur

Perakiraan Cuaca

Samarinda Indonesia Thunderstorms, 25 °C
Current Conditions
Sunrise: 6:7 am   |   Sunset: 6:13 pm
95%     6.4 km/h     1007.000 in
Forecast
Sat Low: 23 °C High: 30 °C
Sun Low: 24 °C High: 30 °C
Mon Low: 23 °C High: 28 °C
Tue Low: 23 °C High: 27 °C
Wed Low: 23 °C High: 28 °C
Thu Low: 23 °C High: 27 °C
Fri Low: 23 °C High: 25 °C
Sat Low: 23 °C High: 28 °C
Sun Low: 23 °C High: 27 °C
Mon Low: 23 °C High: 25 °C

About Us

Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana teknis Pemerintah Provinsi.
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah

Silahkan masukan email Anda untuk mendapatkan Informasi terbaru dari kami.



JADWAL SHOLAT

Pesan Masyarakat

...