...
Custom Adv 1

Samarinda - Kementerian Perhubungan melalui Distrik Navigasi Kelas I Samarinda mengadakan sosialisasi Kepmenhub No. KP 722 tahun 2018 tentang penetapan alur, sistem rute, tata cara berlalu lintas dan daerah labuh kapal sesuai dengan kepentingannya di Pelabuhan Samarinda pada Rabu (11/07/2018) di Ball Room Lantai XVII Hotel Aston Samarinda.

Sebagai nara sumber yaitu Direktur Kenavigasian Dirjen Hubla, Sugeng dan Kepala Vessel Traffic Services (VTS) Disnav Kelas I Samarinda, Arif Wahyudi, serta Kepala Seksi Keselamatan KSOP Kelas II Samarinda, Capt. Masri Randabunga, dimana turut menghadiri sosialisasi tersebut Dinas Perhubungan Prov. Kaltim yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayaran, Prakosa Priambodo beserta Kepala Seksi dan Staf Bidang Pelayaran.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa berdasarkan peta laut indonesia edisi terbaru nomor 158, 159, kedalaman minimal yang ditetapkan untuk alur pelayaran Pelabuhan Samarinda adalah 4,4 meter dengan panjang alur pelayaran 51,458 nautucal miles (NM) atau 95,3 km, dengan rata – rata pasang surut 1,6 meter.

Disosialisasikan juga mengenai tata cara berlalu lintas yang diatur dalam KP.722 tahun 2018 yang meliputi pemanduan, komunikasi / monitoring alur dengan VTS yang berfungsi seperti VTS (Vessel Traffic Service) di penerbangan, juga mengatur tata cara / proses kapal masuk / keluar (colreg 72), larangan (UKC 10% dari draft, kapal ikan untuk menangkap ikan di alur pelayaran), dimana ketentuan lebih lanjut terkait SOP pelaksanaannya oleh Kepala KSOP Pelabuhan Kelas II Samarinda. Pengawasan terhadap penyelenggaraan alur pelayaran dilaksanakan oleh Disnav sebagai pengawas sarana bantu navigasi pelayaran / SBNP dan pengukuran kedalaman alur pelayaran. KSOP sebagai pihak pengawas keamanan dan keselamatan pelayaran serta pemeliharaan alur-pelayaran.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini semua stake holder pelayaran, khususnya di alur pelayaran pelabuhan Samarinda dapat terkoordinasi sehingga seluruh kegiatan pelayaran dapat terlaksana dengan aman.
(Wyn-Pel-Sos-11/07/2018)


Samarinda - Dalam kunjungan kerja ke Bandara APT. Pranoto Samarinda pada Minggu (08/07/2018), Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta PT. Angkasa Pura I untuk segera mengambil inisiatif secara langsung dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara APT. Pranoto Samarinda.

Pada Kunjungan Kerja tersebut Menteri Perhubungan didampingi Direktur Utama PT. Angkasa Pura I, Faik Fahmi dan disambut oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak serta Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kaltim, Salman Lumoindong.

“Saya meminta AP1 bisa beroperasi lebih awal dari rencana yang telah ditetapkan, untuk itu saya minta Pemprov Kaltim dan AP1 duduk satu meja dengan pendampingan Kejaksaan Tinggi Kaltim melakukan kajian hukum pengelolaan bandara ini”, demikian Budi Karya Sumadi menyampaikan harapannya.

(Sal-Rial-APT. Pra-AP1-11/07/2018)


Tenggarong – Dinas Perhubungan Prov. Kaltim bekerjasama dengan BPTD Wilayah XVII, Polresta Kukar dan Dinas Perhubungan Kab. Kukar melaksanakan kegiatan penegakan hukum pelanggaran ODOL kendaraan angkutan barang di wilayah Kab. Kutai Kartanegara yakni daerah Bukit Biru dan Jahab, Selasa, (10/07/2018).

ODOL merupakan kelebihan dimensi / ukuran dan kelebihan muatan kendaraan angkutan barang, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan dan mewujudkan keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya angkutan barang.

Salah satu ukuran kinerja angkutan barang di jalan, selain kecepatan dan ketetapan pelayanan terkait sarana angkutan yang digunakan, juga ketertiban dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam melaksanakan pelayanan angkutan di jalan. Ketertiban dan kepatuhan dimaksud misalnya jumlah barang yang dimuat sesuai dengan Jumlah Berat yang di-Ijinkan (JBI) sebagaimana tertera pada Buku Uji (Keur), dan pengemudi mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, dimensi dan daya angkut kendaraan, serta kelas jalan yang dilaluinya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan angkutan barang, total sejumlah 72 unit dengan hasil sebagai berikut :
a. Daerah Bukit Biru Tenggarong (09 Juli 2018)
- Pemeriksaan 32 unit kendaraan angkutan barang
- Tilang sebanyak 12 unit kendaraan angkutan barang :
1. 10 unit kendaraan over loading
2. 2 unit kendaraan tidak lengkap surat kendaraan (tidak ada keur)
b. Daerah Jahab Tenggarong (10 Juli 2018)
- Pemeriksaan 40 unit kendaraan angkutan barang
- Tilang sebanyak 14 unit kendaraan angkutan barang :
1. 8 unit kendaraan over loading
2. 4 unit kendaraan tidak lengkap surat kendaraan (tidak ada keur)
3. 2 SIM tidak sesuai peruntukannya

(Cezz-LLAJ-GakumODOL-11/07/2018)


Samarinda- Dinas Perhubungan Prov. Kaltim terus memantau perkembangan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri termasuk diantaranya kondisi arus mudik di Pelabuhan Samarinda dan Dermaga Sungai Kunjang.

Kepala Bidang Pelayaran, Prakosa Priambodo beserta Kepala Seksi dan Staf Bidang Pelayaran melakukan monitoring arus mudik pada H-2 menjelang lebaran di Pelabuhan Samarinda dan Dermaga Sungai Kunjang (13/06/2018).

Jumlah penumpang pada H-2 di Pelabuhan Samarinda mengalami lonjakan yang signifikan dibanding hari-hari sebelumnya, namun hal ini dapat disiasati dengan menambah kapasitas penumpang dan mengurangi kapasitas angkut untuk kendaraan khususnya roda empat.

Adapun kapal yang melayani Angkutan Laut Lebaran di Pelabuhan Samarinda tahun 2018 terdapat 4 (empat) kapal yakni KM. Pantokrator, KM. Adhitya, KM. Prince Soya dan KM. Tanjung Manis dengan rute Samarinda - Pare-pare.

Dari hasil pemantauan di lapangan, KM. Pantokrator yang akan berangkat menuju Pare-pare mengangkut jumlah penumpang sebanyak +- 2.500 orang dengan 15 unit kendaraan roda 4 dan 14 unit kendaraan roda 2.

Lain halnya di Dermaga Sungai Kunjang, terpantau arus mudik juga mengalami peningkatan jumlah penumpang sejak tanggal 10 s/d 13 Juni 2018. Sebanyak 70-80 penumpang untuk trayek Samarinda - Melak, dan 140 penumpang untuk trayek Samarinda - Long Bagun, atau rata-rata mengalami peningkatan 30 % dari hari biasa.

Jika ada kendala transportasi yang dialami adalah karena faktor alam, dimana untuk penumpang kapal dengan tujuan Long Bagun pada saat sungai surut dapat melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan long boat.

Moda transportasi laut masih menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk dapat pulang ke kampung halaman khususnya bagi masyarakat yang berasal dari Pulau Sulawesi, hal ini dikarenakan biaya yang masih cukup terjangkau dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

#LS-Pel/2018


Samarinda – Untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018, maka Gubernur Kalimantan Timur mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur Nomor 551.1/2614/Dishub-LLAJ tanggal 05 Juni 2018 perihal Surat Edaran Pengaturan Lalu Lintas Masa Angkutan Lebaran Tahun 2018.

Surat edaran ini diterbitkan untuk pengaturan, pengendalian dan penataan rekayasa lalu lintas selama Angkutan Lebaran Tahun 2018, dimana ini ditujukan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan di Kalimantan Timur untuk melakukan hal – hal sebagai berikut :
1. Bagi mobil barang JBI  14 Ton, angkutan alat berat, mobil barang sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan/gandengan dan mobil barang pengangkutan bahan galian / bahan tambang/bahan bangunan agar dapat mengoperasikan kendaraannya terhitung mulai “tanggal 10 Juni – 21 Juni 2018” pada “pukul 00:00 Wita – 05:00 Wita” pada ruas jalan :
a. Balikpapan – Samarinda (Jl. Soekarno Hatta Balikpapan – Samboja – Samarinda);
b. Jl. Mulawarman Balikpapan – Simpang Samboja;
c. Samarinda – Bontang;
d. Balikpapan – PPU – Paser;
e. Loa Janan – Tenggarong.
2. Pembatasan operasional mobil barang tidak berlaku bagi :
a. BBM / BBG;
b. Ternak;
c. Hantaran pos dan uang;
d. Bahan pangan pokok (sembako).

Dalam rangka mensosialisasikan Surat Edaran tersebut, maka Dinas Perhubungan Prov. Kaltim melakukan pemasangan pemberitahuan dalam bentuk baliho dan memasang pemberitahuan / rambu larangan batas kecepatan maksimal di ruas jalan seperti Samarinda – Balikpapan, Samarinda – Bontang dan Samarinda – Tenggarong, (Minggu, 10/6/2018).

Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kalimantan Timur, H. Salman Lumoindong mengharapkan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan di Kaltim agar mentaati Surat Edaran Gubernur Kalimantan Timur tersebut serta berpesan bagi para pengguna jalan agar merencanakan jadual dan rute perjalanan dengan baik guna menghindari waktu pada lokasi ruas jalan yang rawan macet / kecelakaan, dan tidak lupa mengingatkan pada para pengguna jalan agar menggunakan kendaraan yang laik jalan serta dalam mengemudikan kendaraan harus dalam kondisi fit, tidak terpengaruh oleh minuman keras / narkoba serta mematuhi peraturan yang terkait dengan berlalu lintas di jalan.
(Cezz-LLAJ-AngLeb-11/6/2018)


Samarinda – Dalam rangka persiapan mudik dan libur lebaran tahun 2018, maka Dinas Perhubungan Prov. Kaltim dan Dinas Perhubungan Kota Samarinda melanjutkan kembali kegiatan inspeksi keselamatan lalu lintas angkutan sungai (ramp check) terhadap kapal penumpang barang dan speed boat di Dermaga Sungai Kunjang, Rabu (06/05/2018).

Dalam pelaksanaan ramp check di Dermaga Pasar Pagi dilakukan pemeriksaan terhadap Kapal Angkutan PELRA sejumlah 2 unit kapal dan Kapal Angkutan khusus Speed boat sejumlah 1 unit, dimana dilakukan pengecekan berupa dokumen kapal, kelengkapan kapal dan teknis laik layar kapal.
Hasil dari pelaksanaan ramp check yaitu :
a. Ada 2 kapal yang tidak dapat menunjukan dokumennya di kapal PELRA, yaitu KM Kampana-01,KM Putra Pamimang 3, KM Jelita dan KM Sabar Jaya 3. Meskipun ada Boey jumlahnya tidak sesuai dengan kapasitas kapal.
b. Jumlah life jacket di kapal tidak sesuai dengan dokumen masing – masing kapal yang terkait.
c. Di Speed boat SB. Tepian Samarinda-06 alat kesehatan dan radio ada. Hanya Tabung pemadam (APAR) telah habis masa berlakunya. Life jacket sesuai jumlahnya. Di SB Eksis Jaya dan SB Prima 77 dokumen tidak ada di atas kapal. Demikian pula halnya di SB. Naila Muna-1 tidak dapat menunjukan urat-surat kapalnya.
Sedangkan di Dermaga Sungai Kunjang dilakukan pemeriksaan terhadapa kapal angkutan penumpang barang berjadwal dengan rute ke Long Iram, Muara Berau, Tenggarong,dan Kutai Lama.
Hasil dari pelaksanaan ramp check yaitu :
a. Ada 2 kapal yang diperiksa ramp check, yaitu KM. Karya Utama 77F dan KM. Cahaya Dinar
b. Jumlah life jacket di kapal sudah sesuai dengan dokumen masing – masing kapal yang terkait.
c. Alat kesehatan dan radio UHF ada di kedua kapal tersebut, hanya tabung APAR yang telah habis masa berlakunya (expired).
Tim menyampaikan masukan kepada motoris dan pemilik kapal agar dapat tetap menjaga kondisi kapal dalam keadaan laik layar, melengkapi dokumen kapal/ alat keselamatan kapal yang sah sesuai peruntukannya, sarana komunikasi (radio, handy talky, hand phone), menyediakan penunjang keselamatan pelayaran (life jacket sesuai jumlah penumpang dan APAR) serta tidak mengangkut penumpang dan atau barang melebihi kapasitas yang diizinkan sesuai dokumen kapal sehingga diharapkan akan terciptanya keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlayar.

(RAJ-Pelayaran-Ramp Check-06/06/2018)


SAMARINDA – Pelaksanaan Ramp Check LLAJ angkutan umum oleh Tim Gabungan antara Dinas Perhubungan Prov. Kaltim dan BPTD Wilayah XVII yang dilaksanakan di 4 (empat) lokasi di wilayah Kota Samarinda yaitu Terminal Type A Samarinda Seberang, Terminal Type B Sungai Kunjang, Pool Kangaroo dan Pool Damri, (Sabtu, 9/6/2018).

 

Kegiatan ramp check ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan dan mewujudkan keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) khususnya angkutan umum untuk persiapan angkutan lebaran Tahun 2018. Dalam pelaksanaan ramp check dilakukan pemeriksaan terhadap angkutan umum total sejumlah 38 unit yang terdiri dari 25 Bus AKAP, 7 Bus AKDP, 2 Bus Perintis dan 4 Micro Bus, dimana telah dilakukan pengecekan berupa dokumen kendaraan, kelengkapan kendaraan dan teknis laik jalan kendaraan. Hasil dari pelaksanaan ramp check kendaraan angkutan umum yaitu :

1. Terminal Type A Samarinda Seberang :

- Kendaraan yang di ramp check sebanyak 25 unit Bus AKAP;

- Kendaraan tidak laik jalan sebanyak 7 unit Bus AKAP (lampu utama mati, tidak ada palu, ban perlu diganti, lampu rem mati, kaca mobil pecah) sehingga dilarang untuk beroperasi/tidak boleh jalan;

2. Terminal Type B Sungai Kunjang :

- Kendaraan yang di ramp check sebanyak 5 unit Bus AKDP;

- Kendaraan tidak laik jalan sebanyak 2 unit Bus AKDP (keur mati, KP mati, handrem tidak berfungsi);

3. Pool Kangaroo :

- Kendaraan yang di ramp check sebanyak 4 unit Micro Bus;

- Kendaraan tidak laik jalan sebanyak 2 unit Micro Bus (keur mati, KP yang tidak dibawa di dalam kendaraan);

4. Pool Damri :

- Kendaraan yang di ramp check sebanyak 4 unit Bus (2 unit Bus AKDP dan 2 unit Bus Perintis);

- 4 unit Bus dalm keadaan laik jalan;

 

Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kalimantan Timur, H. Salman Lumoindong memerintahkan kepada Tim Gabungan agar kendaraan yang tidak laik jalan dilarang untuk beroperasi/tidak boleh jalan dan tidak ditempel stiker tanda lolos ramp check untuk Angkutan Lebaran Tahun 2018, beliau juga menyampaikan masukan kepada pengusaha dan pengemudi angkutan umum agar dapat tetap menjaga kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan dan dalam mengemudikan kendaraan harus dalam kondisi fit dan tidak terpengaruh oleh minuman keras/narkoba serta mematuhi peraturan yang terkait dengan berlalu lintas di jalan, dan jangan lupa tetap mengutamakan pelayanan terhadap pengguna jasa, serta untuk kendaraan yang tidak laik jalan agar segera memperbaiki kendaraannya dan mengurus segala administrasi/perijinan sesuai ketentuan yang berlaku.

(Cezz-LLAJ-RampCheck-9/6/2018)

 

 


Penyelenggaraan angkutan laut dalam persiapan lebaran merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan beberapa instansi terkait agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan lancar, aman dan terkendali.

Untuk tahun 2018 ini dasar pelaksanaan angkutan laut untuk lebaran berdasarkan Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor : UM.008/30/8/DJPL-18 tanggal 6 April 2018 tentang Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2018.

Penyelenggaraan angkutan laut lebaran dilaksanakan mulai tanggal 1 Juni 2018 (H-15) sampai dengan 31 Juni 2018 (H+15), dengan membentuk Posko Terpadu di masing-masing pelabuhan penyelenggara angkutan lebaran dengan melibatkan instansi terkait.

Di Kaltim sendiri pelabuhan penyelenggara angkutan laut lebaran yakni Pelabuhan Semayang Balikpapan, Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Loktuan Bontang.

Di Pelabuhan Samarinda terdapat 4 kapal Swasta yang melayani penumpang dengan tujuan Pare-pare, yaitu KM. PRINCE SOYA, KM. PANTOKRATOR, KM. ADITYA dan KM. TANJUNG MANIS. Di Pelabuhan Loktuan ada 1 kapal PELNI yaitu KM. BINAYA dengan tujuan Awerange -Makassar-Bima-Labuan Bajo. Sedangkan di Pelabuhan Semayang Balikpapan ada 4 (empat) kapal PELNI yaitu KM. LAMBELU, KM. LABOBAR, KM. BUKIT SIGUNTANG dan KM. TIDAR serta didukung dengan 12 Kapal Swasta yang melayani tujuan Surabaya - Makassar - Mamuju - Batu Licin.

Sedangkan untuk persiapan penyelenggaraan angkutan penyeberangan di Dermaga Penyeberangan Kariangau telah dipersiapkan sebanyak 16 (enam belas) kapal untuk melayani penyeberangan Balikpapan-Penajam.

Sebagai bentuk antisipasi lonjakan penumpang dan mengurangi praktek percaloan, Dinas Perhubungan Prov. Kaltim melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat.

Secara umum persiapan penyelenggaraan angkutan laut dan penyeberangan tahun 2018 sudah siap dan akan dilakukan pengawasan secara maksimal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya gangguan pada fasilitas umum dan keselamatan penumpang.

(LS-Pel-18)


KHATAM AL QUR’AN DINAS PERHUBUNGAN PROV. KALTIM

Thursday, 07 June 2018 15:07 Written by

Samarinda – Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Dinas Perhubungan kembali melaksanakan kegiatan tadarus al qur’an bagi pegawai Dinas Perhubungan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan Dinas Perhubungan pada setiap bulan suci ramadhan.

Bertempat di musholla Dinas Perhubungan Prov. Kaltim, kegiatan tadarus tahun ini dilaksanakan pada ba’da Dhuhur dengan minimal tadarus qur’an sebanyak 2 juz/hari, Kamis (07/06/2018).

Tadarus al qur’an ini rutin dilaksanakan di lingkungan Dinas Perhubungan Prov. Kaltim setiap bulan Ramadhan dan diikuti oleh seluruh Pegawai yang beragama islam. Hal ini sangat berperan penting khususnya bagi Pegawai Dinas Perhubungan Prov. Kaltim karena sangat berkorelasi terhadap peningkatan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT, sehingga akan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat di bidang perhubungan di dalam rangka penerapan pelayanan yang profesional, akuntabel, transparan dan humanis.

(Cezz-PHBI/07/06/2018)


Page 1 of 12

E-Aplikasi

 
 
 

Total Visitor

Today 273

Yesterday 328

Week 957

Month 5754

All 129082

Currently are 51 guests and no members online

Dinas Perhubungan Kalimantan Timur

Perakiraan Cuaca

Samarinda Indonesia Partly Cloudy (night), 24 °C
Current Conditions
Sunrise: 6:15 am   |   Sunset: 6:20 pm
95%     6.4 km/h     1007.000 in
Forecast
Thu Low: 23 °C High: 30 °C
Fri Low: 24 °C High: 30 °C
Sat Low: 23 °C High: 31 °C
Sun Low: 22 °C High: 30 °C
Mon Low: 23 °C High: 31 °C
Tue Low: 23 °C High: 28 °C
Wed Low: 23 °C High: 28 °C
Thu Low: 24 °C High: 27 °C
Fri Low: 23 °C High: 30 °C
Sat Low: 23 °C High: 29 °C

About Us

Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana teknis Pemerintah Provinsi.
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah

Silahkan masukan email Anda untuk mendapatkan Informasi terbaru dari kami.



JADWAL SHOLAT

Pesan Masyarakat

...