Kontak Webmail  
Informasi Layanan
Berita
Agenda Kegiatan
Link Terkait
Galeri
Peta
Jaringan Prasarana Pelabuhan
Jaringan Prasarana Bandara
Link Terkait
Pemprov Kaltim
Statistik Perhubungan
GIS Prasarana Transportasi
Pemerintah Kota Samarinda
PT. Angkasa Pura I
User Login
User Id   
Password   
  
 
Buletin
 
 
ARSIP BERITA
 
..::Dishub - Kaltim::.. Bandara Sepinggan Dikepung Rumah
2011-04-12 02:36:18

Posisi Bandara Internasional Sepinggan dinilai semakim dekat dengan permukiman warga. Penilaian itu tak datang dari pengamat dalam kota, atau kalangan legislatif di daerah. Tapi, statement keluar dari mulut anggota Komisi V DPR RI yang berkunjungan kerja (kunker) ke Kaltim, kemarin siang. Kunker 27 wakil rakyat itu ke Benua Etam, salah satunya memang membahas tentang pembangunan bandara, yang menjadi bagian dari komisi infrastruktur tersebut.

Saat pertemuan di Auditorium Angkasa Pura I, Bandara Sepinggan, kemarin, beberapa anggota dewan mengaku cukup kaget saat akan mendarat di runway satu-satunya bandara internasional di Kaltim itu. Karena, pada posisi akan mendarat, tampak permukiman warga sangat dekat dengan lapangan terbang. “Saya kaget juga. Pas tadi (kemarin) mau mendarat, saya lihat kok banyak sekali rumah saat posisi pesawat sudah sangat rendah,” kata Lasarus, salah satu anggota Komisi V, saat sesi paparan.

Kondisi ini, jelas dia, tentu harus menjadi perhatian PT Angkasa Pura (AP) I dan Pemkot Balikpapan. Apalagi diketahui, sudah direncanakan peningkatan kualitas bandara -- penambahan runway Bandara Sepinggan. Dengan adanya aktivitas itu, hampir bisa dipastikan, posisi bandara akan semakin berdekatan dengan rumah-rumah penduduk. Dia pun mengingatkan, agar Pemkot Balikpapan bisa mengambil langkah-langkah antisipatif.

Wakil Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, mengenai permukiman warga yang semakin dekat dengan aktivitas bandara, pihaknya sudah melakukan sosialisasi. Selain itu, pemkot juga tak akan lagi memberikan izin bangunan tinggi di kawasan dekat bandara. “Kalau kita lihat rumah-rumah yang posisinya semakin dekat (dengan bandara), sebagian besar tidak berizin,” katanya.

Di sisi lain, dia menambahkan, terkait perpanjangan landasan dari 2.500 meter menjadi 3.250 meter, setidaknya akan ada sekira 70 hektar lahan yang akan dibebaskan. Dengan perhitungan kasar, 35 hektar lahan ada di darat, dan 35 hektar lainnya menjorok ke laut. “Soal pembebasan lahan itu uangnya dari provinsi. Saya kira lahan yang di laut tak masalah, “ tuturnya. Soal perpanjangan landas pacu, sambung dia, sekarang masih menunggu master plan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Master plan belum turun hingga kini. Posisinya masih di Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub



 
  AGENDA KEGIATAN
  KOMENTAR
  ONLINE SERVICE
 
 
 
Designed by
Tim Web Dishub